Misa

Beberapa kalangan Katolik cendekia lebih suka menggunakan istilah ‘Perayaan Ekaristi’ untuk menyebutkan maksud ‘Misa’ yang lebih umum digunakan pada kalangan Katolik awam. Misa sendiri merupakan realitas dari sebuah ritual yang diwariskan langsung oleh Yesus. Amanat ini memiliki berbagai istilah sebelum kata ‘misa’ populer digunakan.

Ritual itu sendiri bermaknakan ‘perjamuan’, dalam KIS 2:42; 20:7,11 dan Didakhe 9:3,4 disebutkan sebagai ‘memecahkan roti’ (‘fractio panis’) yang memiliki arti dalam Yes 58:7; Yeh 18:7 dan Rat 4:4 sebagai membagikan (memberikan) makanan. Para rasul meniru apa yang telah diperbuat oleh Tuhan Yesus yaitu mengadakan perjamuan makan (Mat 26:26; Mrk 14:22 dan Luk 22:19 serta 1Kor 11:23.

Berdasarkan 1Kor 11:20, Paulus pernah menggunakan istilah ‘cena Domini’ atau ‘Perjamuan Tuhan’ yang memberikan arti sebagai suatu perjamuan yang sifatnya adalah kudus. Dengan demikian baik itu ritual ‘memecahkan roti’ ataupun ‘perjamuan Tuhan’ kedua-duanya mengacu pada tata-cara Yesus sendiri.

Kata ‘missa’ (missae-bentuk jamak) berasal dari bahasa Latin yang dalam kaitannya dengan perayaan Ekaristi, diambil dari ungkapan ‘Ite, missa est’ yang biasa diucapkan pada akhir perayaan pada bagian perutusan, ‘pergilah, kita diutus’. Kata ini searti dengan istilah missio (dari kata, mittare, yang berari: mengirim atau mengutus).